Jumat, 05 April 2013

  • PENTINGNYA BEM BAGI HIMA-UNIT




    PENTINGNYA BEM BAGI HIMA-UNIT 

     

    Tugas Magang 2 AGRICA

    BEM sangat vital keberadaanya, ketidakadaan BEM dalam jangka panjang membuat Hima-Unit tidak terkontrol, tidakterkoordinasi dan tidak ada arahan.
    Fakultas Pertanian diibaratkan miniaturnya Indonesia, BEM selaku (Badan Eksekutif Mahasiswa) bertindak sebagai pemerintah dari Indonesia. Sedangkan Hima-Unit adalah provinsi dari Indonesia dan DLM (Dewan Legislatif Mahasiswa) sebagai DPR . Pemerintahlah yang mengelola seluruh provinsi yang ada di Indonesia, serta DPR lah yang bertindak sebagai pengawasnya. Dengan analogi seperti itu dapat dikatakan bahwa BEM lah yang mengelola seluruh Hima-Unit di Fakultas Pertanian serta kinerjanya diawasi oleh DLM yang juga bertugas sebagai pembuat undang-undang.
    Namun yang terjadi saat ini BEM vakum terlalu lama, padahal BEM sangat dibutuhkan, “BEM sangat penting keberadaannya, sebagai jembatan komunikasi antara birokrat dengan mahasiswa ataupun antar Hima-Unit,” jelas Satria Bona Ardillah Ketua umum Himagrotek (14/3).
    Selama ini BEM cenderung hanya dipandang sebagai tempat persediaan dana untuk kepentingan Hima-Unit. “Seharusnya teman-teman pertanian peduli terhadap muskema, jangan hanya peduli terhadap uangnya saja,” tutur Faris Karamatul Malik, Mantan Presiden BEM Kema Faperta (17/3).
    Disamping berfungsi sebagai sumber dana kegiatan Hima-Unit, BEM juga mempunyai fungsi kontrol yang keberadaannya sangat penting untuk membimbing, mengarahkan, dan mengawasi kegiatan UKM, “BEM mengontrol setiap kegiatan Hima-Unit, jadi ketika Hima-Unit itu mengadakan kegiatan, BEM lah yang mengatur jadwal agar kegiatan tersebut tidak bentrok” tutur Singgih M. Adiyasa Ketua Himateta (13/3).
    Jika dipandang dari masalah dana, sebagian Hima-Unit sudah mengantisipasi dampak kekosongan BEM mengenai dana kegiatan yang akan mereka lakukan, “untuk masalah dana kami sudah mengantisipasinya dengan uang kas yang disisakan tahun lalu,” terang Bona Ketua Himagrotek.
    Menurut Oky Dwi Presidium III, BEM hingga kini belum terbentuk karena adanya kendala waktu dan forum. Tidak adanya kesadaran mahasiswa untuk mengikuti muskema, membuat Presidium memutuskan untuk mengirimkan surat kaleng yang ditujukan kepada Hima-Unit. “Kami mengirim surat kaleng karena tidak ada mahasiswa yang datang mengikuti muskema,”tambahnya (15/3).
    Selama BEM belum terbentuk (vacum), Hima-Unit tetap dapat melakukan koordinasi melalui Forum Komunikasi Hima-Unit Fakultas Pertanian (FKHUFP). “Di FKHUFP kita semua bebas berkomunikasi, kita juga membahas tentang semua masalah yang ada di kampus pertanian ini,” ujar Dedy Ketua FKHUFP (16/3). Ia juga menambahkan segala masalah yang terjadi di Hima-Unit yang tidak dapat diselesaikan sendiri maka dapat diselesaikan di forum ini.
    BEM memonitoring setiap kegiatan Hima-Unit di setiap bulannya, agar proker tersebut tidak bentrok, “dengan tidak adanya BEM kita merasa tidak terkontrol sehingga dikhawatirkan ada kegiatan HimaUnit yang bentrok ” tukas Singgih Ketua Himateta. Hal senada dibenarkan oleh Andi Bachtiar Dirut Biwara akan pentingya keberadaan BEM, “BEM itu penting, jika tidak ada BEM untuk kedepannya Hima-Unit seperti tidak ada arahan”
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Copyright @ 2013 Minnie Blog.