PENTINGNYA BEM BAGI HIMA-UNIT
Tugas Magang 2 AGRICA
BEM
sangat vital keberadaanya, ketidakadaan BEM dalam jangka panjang membuat
Hima-Unit tidak terkontrol, tidakterkoordinasi dan tidak ada arahan.
Fakultas
Pertanian diibaratkan miniaturnya Indonesia, BEM selaku (Badan Eksekutif
Mahasiswa) bertindak sebagai pemerintah dari Indonesia. Sedangkan Hima-Unit
adalah provinsi dari Indonesia dan DLM (Dewan Legislatif Mahasiswa) sebagai DPR
. Pemerintahlah yang mengelola seluruh provinsi yang ada di Indonesia, serta
DPR lah yang bertindak sebagai pengawasnya. Dengan analogi seperti itu dapat
dikatakan bahwa BEM lah yang mengelola seluruh Hima-Unit di Fakultas Pertanian
serta kinerjanya diawasi oleh DLM yang juga bertugas sebagai pembuat
undang-undang.
Namun
yang terjadi saat ini BEM vakum terlalu lama, padahal BEM sangat dibutuhkan,
“BEM sangat penting keberadaannya, sebagai jembatan komunikasi antara birokrat
dengan mahasiswa ataupun antar Hima-Unit,” jelas Satria Bona Ardillah Ketua
umum Himagrotek (14/3).
Selama
ini BEM cenderung hanya dipandang sebagai tempat persediaan dana untuk
kepentingan Hima-Unit. “Seharusnya teman-teman pertanian peduli
terhadap muskema, jangan hanya peduli terhadap uangnya saja,” tutur Faris
Karamatul Malik, Mantan Presiden BEM Kema Faperta (17/3).
Disamping
berfungsi sebagai sumber dana kegiatan Hima-Unit, BEM juga mempunyai fungsi
kontrol yang keberadaannya sangat penting untuk membimbing, mengarahkan, dan
mengawasi kegiatan UKM, “BEM mengontrol setiap kegiatan Hima-Unit, jadi ketika
Hima-Unit itu mengadakan kegiatan, BEM lah yang mengatur jadwal agar kegiatan
tersebut tidak bentrok” tutur Singgih M. Adiyasa Ketua Himateta (13/3).
Jika
dipandang dari masalah dana, sebagian Hima-Unit sudah mengantisipasi dampak
kekosongan BEM mengenai dana kegiatan yang akan mereka lakukan, “untuk masalah dana
kami sudah mengantisipasinya dengan uang kas yang disisakan tahun lalu,” terang
Bona Ketua Himagrotek.
Menurut
Oky Dwi Presidium III, BEM hingga kini belum terbentuk karena adanya kendala
waktu dan forum. Tidak adanya kesadaran mahasiswa untuk mengikuti muskema,
membuat Presidium memutuskan untuk mengirimkan surat kaleng yang ditujukan
kepada Hima-Unit. “Kami mengirim surat kaleng karena tidak ada mahasiswa yang
datang mengikuti muskema,”tambahnya (15/3).
Selama
BEM belum terbentuk (vacum),
Hima-Unit tetap dapat melakukan koordinasi melalui Forum Komunikasi Hima-Unit
Fakultas Pertanian (FKHUFP). “Di
FKHUFP kita semua bebas berkomunikasi, kita juga membahas tentang semua masalah
yang ada di kampus pertanian ini,” ujar Dedy Ketua FKHUFP (16/3). Ia juga menambahkan
segala masalah yang terjadi di Hima-Unit yang tidak dapat diselesaikan sendiri
maka dapat diselesaikan di forum ini.
BEM
memonitoring setiap kegiatan Hima-Unit di setiap bulannya, agar proker tersebut
tidak bentrok, “dengan tidak adanya BEM kita merasa tidak terkontrol sehingga
dikhawatirkan ada kegiatan HimaUnit yang bentrok ” tukas Singgih Ketua
Himateta. Hal senada dibenarkan oleh Andi Bachtiar Dirut Biwara akan pentingya
keberadaan BEM, “BEM itu penting, jika tidak ada BEM untuk kedepannya Hima-Unit
seperti tidak ada arahan”
0 komentar:
Posting Komentar